Page 33 - Edisi Januari 2026
P. 33
SISI LAIN 31 31
Senopati
KAWASAN KAUM URBAN
JAKARTA
Sejak dahulu, kawasan Senopati memang dirancang sebagai tempat
berkumpulnya masyarakat menengah ke atas. Zaman semakin
modern, gaya hidup di kawasan ini pun semakin kekinian.
Senopati diambil dari nama pendiri
Kerajaan Mataram Islam di Yogyakarta,
yaitu Panembahan Senopati.
etelah Indonesia merdeka, Hal serupa juga disampaikan Ronny,
Panembahan Senopati memiliki nama kawasan Senopati, di Jakarta karyawan di perusahaan label musik.
asli Danang Sutawijaya. SSelatan, menjadi bagian Ia sering makan bersama rekan
Danang Sutawijaya merupakan putra dari proyek besar, menghadirkan kerjanya di kawasan Senopati karena
dari Ki Ageng Pemanahan, yang permukiman baru yang modern di ibu kantornya berada di Sudirman Central
merupakan pendiri cikal bakal Kerajaan kota. Konsep yang ingin dihadirkan Business District (SCBD). “Kantor
Mataram Islam.
adalah kota taman dengan ruang saya dekat SCBD, jadi gampang cari
Nama Senopati berasal dari bahasa terbuka hijau yang bisa dijadikan ruang makan ke Senopati. Biasanya saya
Sanskerta, yang terdiri dari dua kata publik, tempat warga berkumpul. makan bakmi dan ngopi di sana,”
yakni sena yang berarti tentara, pasukan, Kawasan ini kemudian diberi ungkapnya kepada JaKita.
atau bala tentara. Sementara itu, pati
berarti pemimpin, tuan, penguasa, nama Kebayoran Baru.
atau raja. Jalan Senopati
Infografis: Tommy Kusuma Rasyid Pada awalnya, kawasan merupakan jalan alternatif
ilustrasi: M. Reza ini dibagi menjadi 19 blok yang menghubungkan
dan diberi nama mulai Jalan Jenderal Sudirman
dari Blok A hingga Blok S. dan Mampang Prapatan.
Wilayah Senopati berada di Panjang jalan ini sekitar 1,5
Blok I. Saat ini, Senopati menjadi kilometer, membentang dari
tempat favorit bagi para karyawan Kelurahan Senayan hingga Kelurahan
yang bekerja di sekitar Jalan Jenderal Selong, Kecamatan Kebayoran Baru,
Sudirman untuk makan siang maupun Jakarta Selatan.
makan malam. Di sepanjang jalan ini,
banyak terdapat kafe dan restoran Perubahan besar di Senopati mulai
dengan berbagai pilihan makanan. terjadi pada tahun 2000-an, seiring
pembangunan SCBD dan gedung-
Joe, seorang pengusaha sekolah gedung perkantoran di Jalan
musik, mengaku sering datang ke Sudirman. Kawasan ini pun dipenuhi
Senopati untuk makan atau rapat apartemen, kondominium, dan rumah
dengan klien. Menurutnya, lokasi tinggal. Lokasinya yang strategis
Senopati sangat strategis. “Saya membuat kawasan ini diminati oleh
sudah beberapa kali ke Senopati untuk para ekspatriat. Berbagai kafe, bar,
rapat dengan klien. Saat hari libur, dan restoran internasional pun
saya juga sering mengajak keluarga semakin meramaikan kawasan ini.
makan di sini. Pilihan restorannya Maka tak heran, kini Senopati juga
beragam, mulai dari makanan Korea, dikenal dengan istilah Senoparty.
Italia, Belanda, Spanyol, sampai
Chinese food,” ujarnya. hans
EDISI 01
EDISI 01 TAHUN 2026TAHUN 2026
Sarana I Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakartanformasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

