Page 37 - Edisi Januari 2026
P. 37

35
                                                                                   JAKARTA PRIDE         35










                                yang  sering  dijumpai  dalam  kehidupan   kostum. Para pemain topeng menggunakan
                                sehari-hari,  membawa  masalah-masalah   baju  sehari-hari,  sebagaimana  masyarakat
                                yang  dekat  dengan  masyarakat,  dan   pada umumnya. Sementara itu, para pemain
                                tentunya  diwarnai  oleh  banyolan  yang   lenong  menggunakan  kostum  pakaian
                                mengocok  perut  penonton.  Terakhir   sesuai  dengan  jenisnya.  Pemain  lenong
                                adalah sesi jantuk. Sesi ini mulai dimainkan   denes  menggunakan  kostum  kerajaan
                                sekitar  pukul  02.00  atau  03.00  hingga   dan  pemain  lenong  preman  menggunakan
                                menjelang subuh.                       kostum para jago alias jawara.

                                Struktur  seperti  ini  tidak  ada  dalam   Perlu  diketahui  juga,  banyak  masyarakat
                                lenong. Pertunjukan lenong hanya memiliki   yang  masih  belum  bisa  membedakan
                                satu sesi saja yakni sesi teater. Ceritanya   seniman  topeng  dengan  seniman  lenong.
                                yang  dibawakan  pun  berbeda.  Lenong   Tokoh-tokoh  seniman  topeng  antara  lain,
                                denes  menceritakan  kehidupan  kerajaan   Bokir,  Nasir,  Mandra,  Mpok  Nori,  Mak
                                dan  lenong  preman  berkisah  tentang   Tonah, Bodong, dan Sabar Bokir. Sedangkan
                                kehidupan para jago alias jawara.      seniman-seniman lenong antara lain, Bolot,
                                                                       Anen,  Opi  Kumis,  Kubil,  Mpok  Atiek,  Harry
                                Bahasa yang digunakan dalam topeng dan   DeFretes, dan Malih Tongtong.
                                lenong juga berbeda. Para pemain topeng
                                menggunakan  bahasa  Melayu  Betawi.   “Malih Tongtong itu dulunya pemain musik
               Masyarakat
               banyak yang tidak   “Kita  pake  bahasa  Melayu  Betawi,  lebih   di  lenong,  terus  nyeberang  ke  topeng,”
               tahu kesenian
               topeng, padahal   sopan,” ungkap Sabar.                 pungkas Sabar.
               usianya lebih tua
               dari lenong.
                                Putra  almarhum  Haji  Bokir  ini  juga
             Foto               memaparkan    perbedaan   dalam   hal                                   hans
             Dok: Pribadi

                                               Kisah Bapak Jantuk dan Keluarganya


                                    antuk merupakan penutup dari rangkaian  paham terhadap kisah ini karena tidak pernah
                                   Jpertunjukan  topeng  betawi.  Dalam  lakon  mengetahui secara utuh. “Masak gara-gara ikan
                                   ini terdapat Bapak Jantuk, Ibu Jantuk, Jantuk,  peda  doang  jadi  cere.  Kesannya  orang  Betawi
                                   Teman Jantuk, dan Mertua Jantuk. Keluarga  begitu amat,” papar Sabar.
                                   Jantuk  hadir  memberikan  nasihat  yang
                                   disampaikan  melalui  pantun  bersambut.  Sabar   menjelaskan   bahwa   itu   hanya
                                   Saat  beraksi,  tokoh  jantuk  memakai   perumpamaan saja. Cerita yang utuhnya
                                   kedok  untuk  menutupi  wajahnya.         adalah  tentang  istri  yang  tidak  bisa
                                   “Kita  nyebutnya  kedok,  bukan            menjaga  amanah  dari  suaminya
                                   topeng.   Topeng   itu   nama               sehingga muncullah pernyataan dari
                                   pertunjukkannya,”  ujar  Sabar.             suaminya  seperti  yang  dituturkan
                                   Kedok  jantuk  biasanya  dibuat             oleh Sabar, “Jangankan emas inten,
                                   dari kayu pohon nangka.                     kepala peda aja digondol kucing!”
                                   Cerita yang dibawakan dalam sesi          Setelah   menduda,   Bapak   Jantuk
                                   jantuk ini selalu sama, yakni tentang    merasa kesepian dan rindu pada
                                   Bapak Jantuk yang bercerai dengan Ibu   keluarganya. Ia pun kemudian rujuk kembali
                                   Jantuk gara-gara kepala ikan peda digondol  dengan Ibu Jantuk.
                                   kucing. Sabar menjelaskan banyak yang salah                         hans




                                                                                                      EDISI 01
                                                                                                      EDISI 01 TAHUN 2026TAHUN 2026
                                                                                      Sarana I Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakartanformasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
   32   33   34   35   36   37   38   39   40   41   42