Page 7 - Edisi Januari 2026
P. 7

FOKUS      5 5

        Strategi Jakarta Hadapi



        Pemangkasan Anggaran




        Meski anggaran terbatas, akibat pemangkasan Dana Bagi Hasil
        dari Pemerintah Pusat,  Pemprov DKI Jakarta menjamin kualitas
        layanan publik tetap dijaga, pembangunan terus berjalan, dan
        manfaatnya bisa dirasakan semua warga Jakarta.






             emerintah  Pusat  memangkas  dana   seperti  pembangunan  gedung  kantor,
             transfer  ke  daerah.  Salah  satu  pos   perjalanan  dinas,  konsumsi,  dan  berbagai
        Panggaran  yang  dipangkas  adalah    belanja  operasional  yang  bukan  prioritas
        dana bagi hasil (DBH). Dana ini berasal dari   utama.  “Langkah  ini  diambil    untuk
        pajak  bumi  dan    bangunan  (PBB),  pajak    menyeimbangkan  beban  fiskal  daerah
        penghasilan,  dan  pendapatan  dari  hasil   tanpa  mengganggu  layanan  publik  yang
        pengelolaan sumber daya alam di daerah.   bersifat strategis dan menyentuh langsung
                                              masyarakat,” tegas Pramono.
        Pemotongan  DBH  untuk  Pemerintah
        Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencapai   Tahan Proyek Nonprioritas
        hampir  Rp15 triliun. Sebagai perbandingan,
        pemangkasan  DBH  untuk  Jawa  Barat   Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah
        sekitar  Rp2,4  triliun,  Jawa  Timur  Rp5,7   (BPKD)  Provinsi  DKI  Jakarta,  Michael
        triliun, dan Jawa Tengah Rp1,5 triliun.   Rolandi  Cesnanta  Brata  mengungkapkan
                                              pemangkasan  DBH  terjadi  setelah  APBD
        Tentu saja, pengurangan dana bagi hasil ini   2026  disepakati  sebesar  Rp95  triliun
        membuat  Anggaran  Pendapatan  Belanja   bersama DPRD.
        Daerah  (APBD)    DKI  Jakarta  tahun  2026
        turun sebesar Rp10,54 triliun dibandingkan   “Saat  penyusunan  KUA-PPAS,  asumsi
        tahun  sebelumnya  sehingga  menjadi   transfer  ke  daerah  (TKD)  masih  mengacu
        Rp81,32 triliun.                      pada  tahun  sebelumnya,  sebesar  Rp26
                                              triliun.   Namun,   realisasi   TKD   yang
        Namun, Pramono memastikan komponen    ditetapkan  pemerintah  pusat  hanya  Rp11
        anggaran  prioritas  tidak  akan  dipangkas.    triliun,” ujar Michael.
        Anggaran prioritas yang dimaksud meliputi
        program  Kartu  Jakarta  Pintar  (KJP)  yang   Akhirnya, Pemprov DKI kembali melakukan
        menyasar  lebih  dari  700  ribu  siswa  dan   pembahasan bersama DPRD untuk menyisir
        program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul   anggaran.  “Yang  pertama  kami  amankan
        (KJMU)  yang  telah  memberikan  manfaat   adalah belanja wajib dan mengikat, seperti
        bagi  sekitar  17  ribu  penerima.  “Kedua   gaji  dan  tunjangan  pegawai,”  ungkap
        program tersebut tidak boleh diotak-atik,   Michael.
        meski APBD terpangkas cukup signifikan,”
        ujar Pramono.                         Sebagai  konsekuensi,  sejumlah  proyek
                                              pembangunan  nonprioritas  pun  ditunda.
        Sementara,  efisiensi  dilakukan  Pramono,   Beberapa  di  antaranya,  pembangunan
        terutama  pada  pos-pos  non-esensial,   gedung   perkantoran   aparatur   dan



                                                                                                      EDISI 12 TAHUN 2025
                                                                                                      EDISI 01 TAHUN 2026
                                                                                      Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
                                                                                      Sarana Informasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
   2   3   4   5   6   7   8   9   10   11   12